• Tentang
  • Kirim Tulisan ツ
  • Kontak
Sabtu, 24 Januari 2026
  • Berita
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Ekonomi | Bisnis
    • Hukum | Kriminal
    • Pertanian | Kelautan
    • Politik | Pemerintahan
    • Pendidikan | Kebudayaan
  • Daerah
    • Sigi
    • Palu
    • Buol
    • Poso
    • Toli Toli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Banggai Laut
    • Tojo Una-Una
    • Parigi Moutong
    • Morowali Utara
    • Banggai Kepulauan
  • Wisata
  • Komunitas
  • Inspirasi
  • Opini
  • Vidio
Tidak Ada Hasil
Menampilkan Semua Hasil
MediaSulteng.com
Tidak Ada Hasil
Menampilkan Semua Hasil
Home Daerah Donggala

5 Warga Donggala Penyintas Bencana ditangkap Polisi Saat Lakukan Aksi Protes

"Kami sangat menyayangkan tindakan represif pihak kepolisian atas penangkapan empat orang yang penyintas dan Satu orang aktivis Celebes Bergerak"

Redaksi by Redaksi
28 September 2021
5 Warga Donggala Penyintas Bencana ditangkap Polisi

Donggala, MediaSulteng.com – Aksi Protes Warga Loli Raya terkait ketidak jelasan nasib para penyintas bencana di lima desa diKecamatan Banawa berakhir ricuh ,empat warga dan salah seorang aktivis pendamping warga dari Celebes Bergerak ditangkap Polisi.

Aksi protes jelang tiga tahun pasca bencana melanda Palu,Sigi dan Donggala (Pasigala) sebelumnya diwarnai dengan aksi blokade jalan Nasional Ruas Palu-Donggala , Ruas ini kerap menjadi sasaran Blokade dikarenakan lokasi lima desa tersebut berada di sisi jalan nasional tersebut.

Massa aksi yang terdiri dari para penyintas bencana yang menamakan dirinya sebagai penyintas Loli Raya melakukan aksi tutup jalan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah Kabupaten Donggala yang terkesan mengabaikan nasib penyintas bencana di lima desa tersebut.

Penangkapan warga penyintas di Loli Raya  terjadi usai Bupati Donggala Kasman Lassa yang hadir ditengah massa aksi dinilai tidak bisa memberikan Solusi, bahkan dalam penjelasannya Bupati mengatakan bahwa pemda Donggala tidak punya alokasi dana untuk membangun Huntap di wilayah tersebut.

Ardiansa Manu, Direktur Celebes Bergerak saat dihubungi wartawan, Senin (27/09/2021) Malam. Mengatakan bahwa penangkapan ini merupakan bentuk pembungkaman.

Baca Juga :  Diduga Dana CSR Bank Sulteng Tolitoli Rp 1 Miliar Dinikmati Berjamaah

Sebab, kata dia Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan menyampaikan Pendapat di Muka Umum jelas menjamin setiap warga negara menyampaikan aspirasinya.

“Kami sangat menyayangkan tindakan represif pihak kepolisian atas penangkapan empat orang yang penyintas dan Satu orang aktivis Celebes Bergerak”

Menurut Kadi Sapaan akrabnya bahwa tindakan represif Aparat Kepolisian tidak dibenarkan.


“Kapolres Donggala tidak punya dasar menangkap penyintas karena mereka tidak melakukan pengrusakan terhadap fasilitas tertentu,”

“Kami mendesak Kapolres Donggala harus bebaskan lima orang kawan kami tanpa syarat,” Desak Kadi

Selain mendesak Pihak Kepolisian Celebes bergerak meminta Kasman Lassa, Bupati Donggala Bertanggungjawab atas penangkapan ini. Pasalnya tindakan itu terjadi akibat kecewanya Penyintas terhadap penanganan bencana.

Baca Juga :  Tak Terima Mantan Kepsek Disebut Korupsi, Guru-Guru SMA 3 Poso Mogok Mengajar

“Aksi yang dilakukan oleh penyintas merupakan rentetan atas Desakan yang akhirnya memilih untuk memblokade jalan karena haknya tidak dipenuhi oleh Bupati Donggala,” Ungkapnya.

Sementara itu, Maya Amran ,salah seorang penyintas bencana yang adiknya turut ditangkap Polisi menyesalkan tindakan represif aparat. Menurutnya bahwa Massa aksi sebenarnya tidak mau anakris, cuma saja ada beberapa oknum yang melakukan tindakan anarkis dan melakukan pelemparan.

“Tadi mereka ingin meminta penjelasan apa keputusannya setelah pak Bupati pergi, tapi ternyata yang ada Polisinya yang anarkis ,Polisi sudah main lempar batu , sudah main tabrak kiri,tabrak kanan ..pokoknya intinya mereka (Polisi)sudah main Anarkis ” jelas Maya kepada wartawan dihalaman Mapolres Donggala, Senin (26/10/2021) sekira pukul 20.00 Wita.

Harapannya, para penyintas yang ditangkap Polisi segera dibebaskan. Karena menurutnya tujuan aksi penyintas dari Loli Bersaudara tersebut bukanlah Polisi tetapi Pemerintah Daerah Donggala yakni Bupati Donggala,Kasman Lassa.
” segera bebaskan penyintas yang ada didalam, karena kami tidak minta banyak hanya minta penyintas yang ada didalam dikeluarkan ,tujuan kami bukanlah Polisi,tetapi tujuan kami adalah pejabat ” ujarnya.

Baca Juga :  Merasa Prihatin, Ibrahim Hafid : Minta Bebaskan 59 Demonstran dan Usut Pelaku Penembakan

Lanjut, Maya memjelaskan lebih rinci bahwa pejabat yang dimaksud adalah Bupati Donggala Kasman Lassa.
” kami tidak minta penjelasan terkait apa yang sudah dia bangun, itu kami tidak butuh..kami hanya butuh apa yang dia janjikan kepada kami selama tiga tahun ini,kami menderita ” tegasnya.

Mereka yang ditahan adalah Wiwin ,Rizal Setiawan, Eko Sardi, Eko Christian dan Firman Algintara.

Sampai berita ini tayang, puluhan penyintas bencana asal Loli Bersaudara masih bertahan dihalaman Polres Donggala.

” Kami tidak akan pulang sebelum kawan kami dibebaskan” Ungkap para penyintas Kompak.

Kapolres Donggala, AKBP Yudhi Sulistiyo belum memberikan tanggapannya, pesan konfirmasi dikirim ke nomor HPnya belum mendapat respon. ****

Sumber : Portal Sulawesi ID
Topik : Aksi ProtesBupati DonggalaCelebes BergerakDemoHuntapPolres Donggala
Share17TweetKirim


ARTIKEL TERKAIT

2 Saksi Pelecehan Seksual di Kawasan IMIP Alami PHK Sepihak

2 Saksi Pelecehan Seksual di Kawasan IMIP Alami PHK Sepihak

Morowali, MediaSulteng.com - Di Tengah Gemerlap industri nikel yang menjulang di Morowali, sebuah cerita pilu mencuat. Federasi Serikat Pekerja Industri...

Konferensi Pers di Mapolda Sulteng, 60 kg Sabu Jadi Barang Bukti

Polda Sulteng Gagalkan Penyeludupan 60 Kg Sabu, Sudah Kantongi Identitas Bandar

Polda Sulteng Gagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 60 kilogram yang diduga berasal dari jaringan internasional Malaysia.

Pemenang Tender Proyek Pasar Bahodopi Disinyalir Pakai Dokumen Ilegal

Pemenang Tender Proyek Pasar Bahodopi Disinyalir Pakai Dokumen Ilegal

Palu, MediaSulteng.com -  Dugaan pemufakatan jahat dalam pemenangan proses tender pasar Bahodopi mulai memasuki babak baru, satu persatu praktek culas dalam...

penemuan mayat terapung di desa pandiri poso

Warga Desa Pandiri Poso Dihebohkan Penemuan Mayat Mengapung di Sungai

Poso, MediaSulteng.com - Warga Desa Pandiri, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, dikejutkan dengan penemuan mayat mengapung di sungai daerah tersebut, Senin...

Pelaku Pembunuhan KDRT di Bangkagi Togean Terancam 15 Tahun Penjara

Pelaku Pembunuhan KDRT di Bangkagi Togean Terancam 15 Tahun Penjara

Touna, MediaSulteng.com – Satreskrim Polres Tojo Una Una (Touna) menggelar rekonstruksi terjadinya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang mengakibatkan...

Tampilkan


ARTIKEL TERBARU

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Morowali

VIRAL, Bayi Meninggal Karena Terlambat Dirujuk, Ini Klarifikasi Pihak RSUD Morowali

2 Saksi Pelecehan Seksual di Kawasan IMIP Alami PHK Sepihak

2 Saksi Pelecehan Seksual di Kawasan IMIP Alami PHK Sepihak

Realisasi Investasi Tambang Sulteng Capai Rp 29,82 Triliun Namun DBH Hanya 200 Miliar Per Tahun

Realisasi Investasi Tambang Sulteng Capai Rp 29,82 Triliun Namun DBH Hanya 200 Miliar Per Tahun

Konferensi Pers di Mapolda Sulteng, 60 kg Sabu Jadi Barang Bukti

Polda Sulteng Gagalkan Penyeludupan 60 Kg Sabu, Sudah Kantongi Identitas Bandar

Federasi Serikat Pekerja Industri Morowali

SPIM Suarakan 6 Poin Tuntutan di Depan Kantor IMIP Jakarta

Sebelumnya Selanjutnya

ARTIKEL POPULER

Bayi Viral Anugrah Arshaka di Donggala

Bayi Viral Anugrah Arshaka di Donggala, inilah Penyebab dan Penanganannya

2 Saksi Pelecehan Seksual di Kawasan IMIP Alami PHK Sepihak

2 Saksi Pelecehan Seksual di Kawasan IMIP Alami PHK Sepihak

6 Orang PSK Berseragam PT. IMIP di Tertibkan Saat Melewati Pos Keamanan

6 Orang PSK Berseragam PT. IMIP di Tertibkan Saat Melewati Pos Keamanan

Realisasi Investasi Tambang Sulteng Capai Rp 29,82 Triliun Namun DBH Hanya 200 Miliar Per Tahun

Realisasi Investasi Tambang Sulteng Capai Rp 29,82 Triliun Namun DBH Hanya 200 Miliar Per Tahun

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Morowali

VIRAL, Bayi Meninggal Karena Terlambat Dirujuk, Ini Klarifikasi Pihak RSUD Morowali

Sebelumnya Selanjutnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
MediaSulteng.com
MediaSulteng.com Merupakan Media Online di Sulawesi Tengah dikelolah oleh Profesional Muda yang terdiri dari Para Penulis dan Jurnalis yang  Independen dalam Merangkum dan melakukan kajian berita Aktual, Berimbang, Tajam, Bertanggung Jawab serta dapat Menginspirasi.

©2026 MediaSulteng.com - Independen | Menginspirasi.

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kamu Menulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Menampilkan Semua Hasil
  • Berita
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Ekonomi | Bisnis
    • Hukum | Kriminal
    • Pertanian | Kelautan
    • Politik | Pemerintahan
    • Pendidikan | Kebudayaan
  • Daerah
    • Sigi
    • Palu
    • Buol
    • Poso
    • Toli Toli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Banggai Laut
    • Tojo Una-Una
    • Parigi Moutong
    • Morowali Utara
    • Banggai Kepulauan
  • Wisata
  • Komunitas
  • Inspirasi
  • Opini
  • Vidio

©2025 www.mediasulteng.com - Independent | Menginspirasi. By Munawir ID.