Banggai, Media Sulteng – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tolitoli dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan penguatan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) kembali ditegaskan melalui keikutsertaan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, dalam Rapat Koordinasi Program dan Kegiatan Tahun 2026–2027 yang diselenggarakan oleh DP2KB Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Banggai.
Kegiatan strategis tersebut menjadi wadah penting bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menyatukan langkah dalam mewujudkan sinergitas pelaksanaan Program Bangga Kencana serta mempercepat penurunan angka stunting di Sulawesi Tengah melalui sinkronisasi program antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
Dalam rapat koordinasi tersebut, sejumlah agenda prioritas menjadi fokus pembahasan, di antaranya sinkronisasi program lintas sektor, transformasi digital pelayanan keluarga berencana, hingga penguatan intervensi yang lebih terarah dalam upaya menurunkan prevalensi stunting.
Salah satu poin penting yang mengemuka adalah optimalisasi transformasi digital melalui penguatan sistem data dan penerapan inovasi BERANI (Deteksi Akar Penyebab Stunting).
Program ini dirancang untuk memberikan data yang akurat dan real-time guna mendukung pengambilan kebijakan yang tepat sasaran dalam penanganan stunting.
Rakor yang berlangsung di Luwuk tersebut menghasilkan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan target menurunkan prevalensi stunting di Sulawesi Tengah hingga mencapai 19 persen.
Kepala DP2KB Kabupaten Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, turut menyepakati sejumlah hasil penting yang menjadi arah kebijakan program ke depan. Di antaranya capaian peserta Keluarga Berencana (KB) di Sulawesi Tengah yang mencapai 287.848 orang berdasarkan data BKKBN, dengan realisasi penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan KB pascapersalinan yang berhasil melampaui target yang ditetapkan.
Selain itu, Rakor juga memperkuat implementasi inovasi BERANI Depak Stunting, sebuah program berbasis teknologi digital yang memungkinkan pemantauan tumbuh kembang anak secara lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan.
Kesepakatan lainnya adalah penguatan integrasi data lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pelaporan dan efektivitas pelaksanaan program di lapangan. Dengan data yang lebih valid dan terintegrasi, berbagai intervensi pemerintah diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Tidak kalah penting, seluruh Dinas P2KB kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah berhasil menyelaraskan pelaksanaan Program Bangga Kencana tahun berjalan sekaligus menyusun langkah strategis untuk perencanaan tahun berikutnya.
Melalui keikutsertaan dalam rapat koordinasi ini, DP2KB Kabupaten Tolitoli menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung program nasional dan daerah dalam mewujudkan keluarga berkualitas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat terwujudnya generasi yang sehat dan bebas stunting di masa depan
