Kapolres Pimpin Operasi PETI, Warga Lingkar Tambang Buka Suara

TOLITOLI, Media sulteng Menjawab keresahan masyarakat terkait maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang belakangan menjadi sorotan publik, Kapolres Tolitoli,AKBP Raden Real Mahendra, memimpin langsung Operasi Penertiban PETI di Dusun Malempa, Desa Dadakitan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli.

Operasi yang melibatkan 50 personel gabungan dari Polres Tolitoli dan Polsek Baolan tersebut terdiri dari Satreskrim, Satsamapta, Satintelkam, serta personel Polsek Baolan.

Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas berbagai laporan dan keluhan masyarakat mengenai aktivitas pertambangan emas tanpa izin yang menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Tolitoli.

Sebelum bergerak ke lokasi, Kapolres memimpin apel siaga sekaligus mengecek kesiapan personel. Dalam arahannya, ia menegaskan agar seluruh anggota mengedepankan pendekatan humanis selama pelaksanaan operasi.

“Utamakan keselamatan, lakukan pendekatan secara humanis dan jangan melakukan tindakan kekerasan. Kita juga akan memasang banner imbauan kepada masyarakat bertuliskan Stop Pertambangan Tanpa Izin (PETI),” tegas AKBP Raden Real Mahendra. Jumat ( 5/6/26 )

Saat tiba di lokasi yang diduga menjadi area aktivitas PETI, petugas tidak menemukan alat berat.

Namun, tim gabungan menemukan sejumlah perlengkapan yang diduga digunakan untuk aktivitas pertambangan emas, seperti talang, mesin alkon, selang, jeriken, serta bangunan sederhana yang dijadikan tempat tinggal para penambang.

Kapolres Tolitoli mengatakan pihaknya masih terus melakukan penelusuran terhadap sejumlah titik yang teridentifikasi sebagai lokasi aktivitas pertambangan ilegal.

“Untuk saat ini kami belum menemukan alat berat.

Yang kami temukan hanya sisa-sisa aktivitas pertambangan beserta perlengkapannya.

Kami akan terus melakukan penelusuran di titik-titik lainnya yang telah teridentifikasi,” ujarnya.

Menariknya, usai pelaksanaan operasi, Kapolres Tolitoli meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dan berdialog langsung dengan masyarakat Desa Dadakitan yang berada di kawasan lingkar tambang.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi dan harapan terkait masa depan aktivitas pertambangan di wilayah mereka.

Salah seorang warga, Aripudin, berharap pemerintah dapat memberikan solusi dan kepastian hukum bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertambangan.

“Kami berharap pemerintah bisa memberikan ruang atau izin kepada masyarakat Desa Dadakitan agar kami bisa mencari rezeki dengan tenang tanpa ada rasa takut.

Kami hanya menggantungkan kehidupan kami di tambang ini,” ungkap Aripudin di hadapan Kapolres.

Menurut warga, aktivitas pertambangan selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan utama bagi sebagian masyarakat setempat.

Karena itu, mereka berharap ada perhatian dari pemerintah untuk menghadirkan solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan aturan hukum dan aspek lingkungan.

Dialog antara Kapolres dan warga berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan.

Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai masukan secara langsung kepada aparat kepolisian.

Sementara itu, Kapolres Tolitoli menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjalankan tugas sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif di wilayah Kabupaten Tolitoli.

Selain melakukan penertiban, kepolisian juga memasang banner imbauan di sejumlah titik sebagai langkah preventif untuk meminimalisir aktivitas pertambangan tanpa izin serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang sesuai dengan aturan yang berlaku.(






Exit mobile version