Morut, Media Sulteng – Ruas jalan propinsi yang menghubungkan kabupaten Tojo Una-Una dengan Kabupaten Morowali Utara yang dikenal sebagai ruas Tayawa-Towi- Ganda Ganda merupakan jalur Alternatif lintas kabupaten dibawah kewenangan Dinas Bimatarung (Bina Marga dan Tataruang) Propinsi Sulawesi Tengah , jalur ini dapat memotong jarak tempuh puluhan kilometer bagi pengguna jalan baik menuju atau melintas ke dua kabupaten bertetangga tersebut.
Jarak tempuh perjalanan dari Tayawa (Tojo Una-Una) menuju Ganda-ganda kecamatan Petasia kabupaten Morowali Utara yang melewati Towi adalah sekitar 80 hingga 90 kilometer. Waktu tempuh perjalanan darat ini bervariasi antara 2 hingga 4 jam lebih bergantung pada kondisi cuaca dan status perbaikan jalan yang sering dilakukan di jalur provinsi ini.
Ruas jalan propinsi ini terbagi menjadi dua segmen utama yakni Tayawa ke Towi Berjarak sekitar 60 – 70 km. Akses di beberapa titik dari arah Tayawa menuju perbatasan Morowali Utara sering kali memerlukan perhatian ekstra karena kondisi medan yang berkelok dan berjurang.
Kemudian, jalur Towi ke Ganda-ganda: Berjarak sekitar 15 – 20 km. Ruas ini berada di kawasan dekat pusat ibu kota kabupaten Morowali Utara yakni Kolonodale .Ruas ini walaupun terbilang pendek tetapi saat ini kondisinya perlu perhatian ekstra pemerintah karena jika saat musim panas jalanan berdebu ,sebaliknya saat musim penghujan jalanan menjadi berlumpur dan licin.
Padahal, Puluhan perusahaan tambang nikel disepanjang ruas ini telah menandatangani komitmen perbaikan dan pemeliharaan rutin sebagai tanggungjawab lingkungan dengan pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah.
Sayangnya, komitmen yang ditandatangani hanyalah sebuah perjanjian tanpa realisasi. Saat ini ruas jalan Towi- Ganda Ganda kondisinya dibeberapa tempat dipenuhi sendimentasi lumpur tambang dan bebatuan lepas yang mengancam keselamatan pengguna jalan.
Kepala dinas Bina Marga dan Tataruang Propinsi Sulawesi Tengah, Faidul Keteng mengakui kerusakan pada ruas Towi- Ganda Ganda terutama Diruas dmana banyak perusahaan yang mempergunakan sebagai jalan pintasan ( Hauling) perusahaan. ” Ada sekitar 15-20 Km lagi yang belum kita tangani, ruas itu ada sekitar 16 perusahaan yang mempergunakan ya sebagai jalan pintasan perusahaan ” ujar mantan Kadis PUPR Kabupaten Poso 2014-2023 kepada media ini beberapa waktu silam.
Dilansir dari Radarsulteng , rencana perbaikan ruas jalan Towi-Kolonodale di Kabupaten Morowali Utara (Morut) disepakati oleh Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah bersama pemerintah kabupaten Morowali Utara bersama 16 Perusahaan tambang dikawasan Towi- Ganda-Ganda Kolonedale pada tahun 2026 ini.
Komitmen yang ditanda tangani pada momentum HUT ke-12 Kabupaten Morowali Utara di Kolonodale, 23 Oktober 2025 silam dihadapan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi nampaknya saat ini belum menunjukkan hasil yang signifikan .
Saat ini, masih tersisa ruas jalan Towi- Ganda-Ganda sepanjang kurang lebih 20 Km yang belum tersentuh oleh aspal ,kondisi jalan diperparah dengan endapan lumpur material tambang yang meluber kebadan jalan,bahkan sisa sisa material bebatuan tampak berserakan dijalan propinsi tersebut.
Apalagi saat ini, ruas Tayawa-Towi- Ganda-Ganda merupakan jalan alternatif bagi pengguna jalan pasca perbaikan jalan Nasional Taripa- Tentena . Para pengguna jalan harus ekstra hati hati melintas Diruas yang sempit, curam dan berlumpur , ditambah lagi pada ruas ini minim tanda tanda penunjuk jalan serta penerangan.
Penelusuran media ini dilapangan mencatat ada belasan perusahaan tambang disepanjang jalan propinsi ini diantaranya PT Hoffmen Internasional, PT Itamatra Nusantara, PT Mulia Pasific Resources, CV Rezky Utama, PT Sumber Permata Selaras, PT Sumber Swarna Pratama, CV Surya Amindo Perkasa, PT Trinusa Dharma Perkasa, dan PT Usaha Kita Kinerjatama.
Kemudian ada PT Halmahera International Resources, PT Cipta Hutama Maranti, CV Putri Perdana, PT Palu Baruga Yaku, PT Trinusa Bangun Perkasa,
Jalur Tayawa- Towi -Ganda-Ganda merupakan jalur dengan tingkat mobilitas warga cukup tinggi, sementara Diruas yang sama menjadi jalur distribusi industri tambang dalam mengelola hasil produksinya.
Sepertinya, program unggulan BERANI LANCAR Diruas Tayawa- Towi- Ganda-Ganda tengah diuji pelaksanaannya, antara keberanian pemerintah, komitmen perusahaan serta realisasi dilapangan. Jangan sampai BERANI LANCAR-nya Anwar Hafid hanya seremoni laksana bumbu pelengkap saat bertemu para owner perusahaan tambang ,yang diupacarakan,ditandatangani lantas diabaikan.***
Penulis : Heru














