• Tentang
  • Kirim Tulisan ツ
  • Kontak
Sabtu, 13 Juni 2026
  • Berita
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Ekonomi | Bisnis
    • Hukum | Kriminal
    • Pertanian | Kelautan
    • Politik | Pemerintahan
    • Pendidikan | Kebudayaan
  • Daerah
    • Sigi
    • Palu
    • Buol
    • Poso
    • Toli Toli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Banggai Laut
    • Tojo Una-Una
    • Parigi Moutong
    • Morowali Utara
    • Banggai Kepulauan
  • Wisata
  • Komunitas
  • Inspirasi
  • Opini
  • Vidio
  • Foto
Tidak Ada Hasil
Menampilkan Semua Hasil
Media Sulteng
Tidak Ada Hasil
Menampilkan Semua Hasil
Home Berita

Utang Negara Membengkak, BPK Khawatirkan Kemampuan Bayar Pemerintah

Redaksi by Redaksi
27 Juni 2021
Utang Negara Membengkak, BPK Khawatirkan Kemampuan Bayar Pemerintah
131
Pembaca
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Whatsapp

Jakarta, MediaSulteng.com –  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Firman Sampurna sampaikan kekuatiran BPK kepada Presiden atas kemampuan pemerintah membayar jumlah utang yang membengkak.

Kekawatiran  BPK tersebut berdasarkan penambahan jumlah utang pemerintah lebih dari 6000 triliun melebihi laju pertumbuhan PDB dan melihat tren penerimaan negara yang turun.

Hutang merupakan salah satu sorotan BPK dari seluruh hasil review pelaksanaan kesinambungan fiskal dalam laporan keuangan pemerintah pusat LKPP  tahun 2020

Pemerintah dinilai belum mempertimbangkan kewajiban pemerintah yang timbul dalam jangka panjang. Badan Pemeriksa Keuangan juga menyampaikan kekuatiran atas kemampuan pemerintah bayar utang kepada DPR, BPK tekankan jumlah utang pemerintah melampaui batas yang direkomendasikan IMF dan Internasional Dept  Relief.

Menurut Firman Sampurna dari hasil reviu itu ada 5 point yang menjadi rekomendasi sebagai berikut :

Pertama :  Tren penambahan utang pemerintah dan biaya bunga melampaui pertumbuhan PDB dan penerimaan negara sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap penurunan kemampuan pemerintah untuk membayar hutang dan bunga utang


Kedua : Utang Pemerintah Belum memperhitungkan unsur kewajiban yang timbul.

Ketiga : Pandemi COVID-19 meningkat Defisit utang dan SILPA yang terdampak pada peningkatan risiko Pengelolahan Fiskal.

Keempat : indicator Kerentanan utang tahun 2020 melampaui batas yang direkomendasikan IMF dan/atau International Dept Relief.

Baca Juga :  Kabar Baik, Awal Tahun 2023 Kenaikan UMP dan UMK Mulai Berlaku

Kelima : Indikator Kesinambungan fiscal tahun 2020 sebesar 4.27 % melampaui batas yang direkomendasikan

Menanggapi laporan LKPP 2020 dari BPK, Presiden Joko Widodo meminta Kementerian lembaga segera Menindaklanjuti semua rekomendasi BPK termasuk soal pembiayaan APBN presiden menekankan pemerintah menjamin defisit anggaran dibiayai dari sumber sumber pembiayaan yang aman.

Adapun BPK memberikan opini wajar tanpa pengecualian WTP untuk LKPP tahun 2020

“Pemerintah  akan sangat memperhatikan rekomendasi rekomendasi BPK dalam mengelola pembiayaan APBN defisit anggaran dibiayai dengan memanfaatkan sumber sumber pembiayaan yang aman dilaksanakan secara responsif mendukung kebijakan counter cyclical” Ungkap Presiden diistana Negara.

Utang Pemerintah tembus lebih dari 6000 triliun BPK Kawatir,  sejauh apa kemampuan bayar utang pemerintah

Dalam dialog malam yang disiarkan live di kompas tv bersama  staf khusus Menteri Keuangan, Yustinus. dimana Utang RI naik dibandingkan tahun lalu. Ada lebih dari 1000 Triliun Kenaikan.

Kemudian BPK menyatakan kuatir kalau sampai nanti pemerintah gagal bayar bagaimana pemerintah memastikan bahwa pemerintah punya uang untuk bayar utang ke depan

Menurut Staf Mentri Keuangan bahwa mereka menghormati dan mengapresiasi Upaya BPK dalam melakukan Audit.

“Kami menghormati pendapat dari PPK dan mengapresiasi upaya keras BPK dalam melakukan audit. termasuk memberikan rekomendasi dan kami sejalan dengan BPK” Ungkap Yustinus.

Baca Juga :  Serikat Buruh di Morowali Tuntut Upah dan Rekomendasi Dewan Pengupahan Dicabut

Menurut Yustinus bahwa pemerintah sudah menjaga supaya kebijakan fiskal tentang pembiayaan juga dapat terus dijaga aman Kredibel.  Pemerintah juga memastikan sebenarnya kenaikan rasio hutang itu terjadi kenaikan signifikan pada masa pandemi ini. Sebelum nya rasio hutang di kisaran 25 sampai 30%.

Pemerintah sudah punya skenario konsultasi fiskal bahwa kita punya kemewahan untuk memperlebar debit hanya sampai 2022. Sekaligus pembiayaan melalui pendapatan negara sudah bisa ditingkatkan seiring pemulihan ekonomi yang terus kita jaga termasuk sekarang Kita juga melakukan efisiensi efektivitas belanja demi memastikan bahwa penggunaan APBN juga semakin baik .

Pemerintah terus berupaya melakukan reformasi perpajakan hingga penerimaan pajak kita, kalau sekarang pemerintah fokus memberikan stimulus dan insentif. Yustinus juga juga mengatakan bahwa pemerintah berupaya target  tercapai dan nanti setelah ekonomi kita pulih semakin tinggi semakin optimal. kita juga mengetahui komposisi dari utang kita kan sebagian besar SBN Dengan Tenor  10 tahun jadi Kita juga bisa menjaga ritme atau pola pembiayaan dan pembayaran yang lebih aman

Pemerintah Juga memastikan dengan manajemen yang lebih baik maka pada tahun ini dan tahun sebelumnya kita berbagi beban dengan bank indonesia untuk meringankan pembayaran bunga

Jadi dengan SBN yang kita kelola dengan lebih baik dengan suku bunga atau yield yang semakin kompetitif maka sudah sampai di level 5,85% Kita percaya fiskal kita masih aman masih sehat dan dengan jumlah seluruh pihak termasuk pengawasan dari BPK, DPR kita harus jaga supaya ini kita pertahankan dan kita tingkatkan

Baca Juga :  Jelang Idul Fitri, Pemda Parimo Gelar Operasi Pasar Untuk Minyak Goreng Curah

Reformasi perpajakan yang seperti apa yang paling tepat Pemerintah lakukan ?

Memang IMF memberikan standar aman bagi rasio hutang tetapi itu sebelum pandemic,  tentu pada masa mandemi tentu ada pengecualian. Yustinus Juga mengatakan pemerintah juga men jaga Jangan sampai kita melewati batas dan diperbolehkan undang-undang yaitu 60% maka sekarang itu kita melakukan reformasi perpajakan dan melakukan beberapa program

Sekarang Pemerintah memperkuat atau mengembangkan korteks sistem, supaya sistem administrasi tetap semakin kuat sehingga bisa mengintegrasikan big data, pelayanan, pengawasan dan juga penegakan hukum.

Pemanfaatan data informasi juga terus dilakukan dirjen pajak termasuk Dirjen bea dan cukai sehingga dipastikan prevailing mapping itu akan berjalan lebih baik untuk mengejar potensi pajak yang memang harus menjadi hak negara

lalu beberapa advantifikasi  juga ditingkatkan terutama sektor-sektor yang mendapatkan keuntungan selama pandemic ini, sektor  kesehatan, telekomunikasi digital, termasuk pemerintah  juga sekarang fokus untuk mengejar potensi pajak dari ekonomi digital.

Sumber : Kompas

Topik : APBNBadan Pemeriksa KeuanganIMFUtang Negara
Share13TweetKirim

PERHATIAN !!!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.


ARTIKEL TERKAIT

Kapolres Pimpin Operasi PETI, Warga Lingkar Tambang Buka Suara

Kapolres Pimpin Operasi PETI, Warga Lingkar Tambang Buka Suara

TOLITOLI, Media sulteng Menjawab keresahan masyarakat terkait maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang belakangan menjadi sorotan publik, Kapolres...

Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan TKA, PT. IMIP Memberikan Penghargaan Personel Sat Reskrim Polres Morowali

Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan TKA, PT. IMIP Memberikan Penghargaan Personel Sat Reskrim Polres Morowali

Penghargaan yang diberikan oleh perusahaan pengelola kawasan industri nikel raksasa yang berdiri di Kabupaten Morowali ini sebagai bentuk apresiasi kepada...

Kadis DP2KB Tolitoli Hadiri Rakor di Banggai, Perkuat Sinergi Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting

Kadis DP2KB Tolitoli Hadiri Rakor di Banggai, Perkuat Sinergi Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting

Banggai, Media Sulteng - Komitmen Pemerintah Kabupaten Tolitoli dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan penguatan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan...

Menakar Realisasi Program BERANI LANCAR di Ruas Tayawa- Towi- Ganda-Ganda

Menakar Realisasi Program BERANI LANCAR di Ruas Tayawa- Towi- Ganda-Ganda

Jalur Penghubung Kabupaten Tojo Una - Una dengan Kabupaten Morowali Utara

Lima Bulan Bertugas Iptu Lexy Bongkar 12 Kasus Narkoba dan Sita 818 Gram Barang Haram

Lima Bulan Bertugas Iptu Lexy Bongkar 12 Kasus Narkoba dan Sita 818 Gram Barang Haram

Toli-Toli, Media Sulteng – Komitmen kuat dalam memberantas peredaran narkotika di Kabupaten Tolitoli kembali dibuktikan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Tolitoli....

Tampilkan

ARTIKEL TERBARU

Kapolres Pimpin Operasi PETI, Warga Lingkar Tambang Buka Suara

Kapolres Pimpin Operasi PETI, Warga Lingkar Tambang Buka Suara

Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan TKA, PT. IMIP Memberikan Penghargaan Personel Sat Reskrim Polres Morowali

Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan TKA, PT. IMIP Memberikan Penghargaan Personel Sat Reskrim Polres Morowali

Kadis DP2KB Tolitoli Hadiri Rakor di Banggai, Perkuat Sinergi Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting

Kadis DP2KB Tolitoli Hadiri Rakor di Banggai, Perkuat Sinergi Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting

Menakar Realisasi Program BERANI LANCAR di Ruas Tayawa- Towi- Ganda-Ganda

Menakar Realisasi Program BERANI LANCAR di Ruas Tayawa- Towi- Ganda-Ganda

Lima Bulan Bertugas Iptu Lexy Bongkar 12 Kasus Narkoba dan Sita 818 Gram Barang Haram

Lima Bulan Bertugas Iptu Lexy Bongkar 12 Kasus Narkoba dan Sita 818 Gram Barang Haram

Sebelumnya Selanjutnya

ARTIKEL POPULER

Petani Durian Pendolo Khawatirkan Dampak Negatif Modifikasi Cuaca oleh PT. Poso Energy

Petani Durian Pendolo Khawatirkan Dampak Negatif Modifikasi Cuaca oleh PT. Poso Energy

Pemusnahan 296 Gram Sabu di Polres Tolitoli Picu Polemik, Wartawan Soroti Sikap Satresnarkoba

Pemusnahan 296 Gram Sabu di Polres Tolitoli Picu Polemik, Wartawan Soroti Sikap Satresnarkoba

Catut Nama Kadis PUPR Tolitoli, Modus Janjikan Proyek Infrastruktur Lewat WhatsApp

Catut Nama Kadis PUPR Tolitoli, Modus Janjikan Proyek Infrastruktur Lewat WhatsApp

Lima Bulan Bertugas Iptu Lexy Bongkar 12 Kasus Narkoba dan Sita 818 Gram Barang Haram

Lima Bulan Bertugas Iptu Lexy Bongkar 12 Kasus Narkoba dan Sita 818 Gram Barang Haram

Kasus Rp3 Miliar Mengguncang Tolitoli, Terdakwa Pilih Jalur Meja Hijau

Kasus Rp3 Miliar Mengguncang Tolitoli, Terdakwa Pilih Jalur Meja Hijau

Sebelumnya Selanjutnya

Hosting Unlimited Indonesia
Media Sulteng New
MediaSulteng.com Merupakan Media Online di Sulawesi Tengah dikelolah oleh Profesional Muda yang terdiri dari Para Penulis dan Jurnalis yang Independen dalam Merangkum dan melakukan kajian berita Aktual, Berimbang, Tajam, Bertanggung Jawab serta dapat Menginspirasi.

©2023-2026 MediaSulteng.com - Independen | Menginspirasi.

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kamu Menulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Menampilkan Semua Hasil
  • Berita
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Ekonomi | Bisnis
    • Hukum | Kriminal
    • Pertanian | Kelautan
    • Politik | Pemerintahan
    • Pendidikan | Kebudayaan
  • Daerah
    • Sigi
    • Palu
    • Buol
    • Poso
    • Toli Toli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Banggai Laut
    • Tojo Una-Una
    • Parigi Moutong
    • Morowali Utara
    • Banggai Kepulauan
  • Wisata
  • Komunitas
  • Inspirasi
  • Opini
  • Vidio
  • Foto

©2022 - 2025 www.mediasulteng.com - Independent | Menginspirasi. By Munawir ID.